Sentani ; 85 % Jaringan 4G Tersebar di Kabupaten Jayapura

 

Bupati Kab.Jayapura, saat Membuka Acara Workshop bersama Dinas Kominfo Provinsi Papua, WanTIKNas, Work Bank (28/9/17)

Sentani – Pemerintah kabupaten Jayapura telah memiliki jaringan telekomunikasi 4G sekitar 85 % dan itu tersebar di 30 titik yakni, Sentani Kota, Timur dan Barat. Hal ini disampaikan Bupati Jayapura, Mathius Awoitauw, SE, M.Si dalam sambutannya pada Workshop Papua ICT Infrastructure Development and Online Goverment di salah satu hotel di Sentani, Kamis (28/9/2017).

Bupati Jayapura, mengatakan kondisi jaringan telekomunikasi daerah telah mencapai 85 %, dimana sejumlah distrik dan kampung dapat mengakses sistem informasi menggunakan fasilitas jaringan seluler dan internet dengan baik.

“Distrik Sentani Timur, Sentani Barat, distrik Sentani, dan distrik Waibhu telah ter-cover jaringan 4G oleh Telkomsel, dengan dipasangannya alat penguat sinyal di 30 titik dan akan ditambah hingga mencapai 60 titik. Sementara distrik lain sudah ter-cover jaringan 3G adalah Genyem, Demta, Nimbokrang, Kemtuk Gresi, Depapre, Yapsi, dan Kaureh,” jelas Bupati Jayapura saat memberikan sambutan pada acara Workshop Papua ICT Infrastructure Development and Online Goverment yang digelar Dinas Komunikasi dan Informasi Kabupaten Jayapura, .

Dijelaskan, implementasi infrastruktur jaringan internet dan intranet untuk pemerintahan berbasis online di lingkungan Pemerintah Kabupaten Jayapura berjalan baik dengan tujuan untuk interkoneksi antar satuan organisasi perangkat daerah (OPD) dan juga distrik.

“Sistem kombinasi koneksi wireless saling terhubung juga jaringan lokal (Local Area Network/LAN) menggunakan tower TVRI sebagai pusat pembagi jaringan serta jaringan metro-link (fiber optik) yang bersinergi dengan Tekomsel. Sehingga kondisi saat ini sejumlah gedung perkantoran di kawasan Gunung Merah terkoneksi melalui jaringan metrolink termasuk kantor-kantor yang berada diluar area Gunung Merah Sentani,” ujarnya.

Eksekutif Team Dewan Teknologi Komunikasi dan Informasi Nasional (Wantiknas), Garuda Sugardo, pada kesempatan ini mengatakan untuk mewujudkan sistem informasi dan komunikasi yang lebih baik di satu daerah, infrastrukturnya harus dibangun oleh pemerintah setempat, sehingga tidak ada tempat yang tidak dijangkau dengan sistem informasi dan komunikasi yang lebih efisien dan hemat biaya.

“Kondisi sistem informasi dan komunikasi kita saat ini secara nasional masih memanfaatkan fasilitas Palapa ring sebagai infrastrukturnya. Hanya saja untuk wilayah timur belum semua diakomodir. Selain Palapa ring ada juga fasilitas internet dengan menggunakan fasilitas broadband yang menunjang internet akan berjalan dengan baik layaknya kota-kota besar di Indonesia. Kita berharap agar fasilitas infrastrukturnya dibangun lebih dulu sehingga tidak susah ketika fasilitas pendukung lainnya tersedia,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala dinas Kominfo Provinsi Papua, Kansiana Salle menilai workshop Papua ICT ini sangat penting sebab bisa juga sebagai salah satu cara memberantas dugaan korupsi yang terjadi apalagi itu didukung juga dari KPK.

“ Bahkan ini juga dukungan terlaksanannya PON 2020 di Papua tepatnya di Kabupaten Jayapura. Jadi memang ada moment-moment yang harus difasilitasi infrasukturnya secara optimal di Provinsi Papua dan kegiatan ini juga mendapat dukungan dari World Bank dan harapan program ini bisa terimplikasi disemua Kabupaten/Kota di Provinsi Papua ini,” imbuhnya. (*) /berbagai sumber