Ultras BCN 1963 Hadir di Stadion Mandala Untuk Tim PERSIPURA

Jayapura – Kelompok pecinta tim sepak bola kebanggaan masyarakat Papua, Persipura Jayapura sebagai bentuk kecintaan. Dukungan kelompok anak-anak mudah ini memberikan namanya “Ultras Black Pearl Curva Nord 1963” .

(Ultras artinya Pendukung Fanatik, Black Pearl artinya Mutiara Hitam, Curva Nord artinya Tribun Utara dan 1963 adalah tahun lahir Persipura Jayapura).

” Kami hadir untuk tim Persipura Jayapura, mengapa harus tim, karena bagi kami pemain boleh silih berganti, management boleh berganti sesuai waktu, namun tim selalu ada dengan nama Persipura, itu yang menjadi landasan berpikir kami untuk mencintai tim Persipura sampe mati, mencintai Persipura sampai terompet Sangkakala berbunyi tanda kiamat” ucap Angky Blaser.

Angky Blaser, saat memimpin BCN 1963

Terbentuknya Ultras BCN 1963 ini sejak 3 Juli 2017. Kelompok ini hadir sebagai bentuk suporter tapi juga menarik animo penonton untuk datang membeli karcis dan mengisi tribun utara.

Angky juga menambahkan bahwa “BCN hadir tidak sebagai bentuk persaingan kepada kelompok suporter lain, ingat Hitam Kulit Keriting Rambut, Kitong Papua. Jangan ada yang berpikiran kami bersaing, tapi kami hadir untuk memberi warna di stadion Mandala Jayapura dan sebagai bentuk kecintaan kita. Mari kita bersama mendukung tim Persipura Jayapura dengan hati dan persaudaraan” tegas Angky di Mabes BCN Kotaraja Melati (Senin, 25 September 2017).

Karir BCN di stadion Mandala Jayapura sudah 7 (tujuh) laga home saat Persipura menjamu Mitra Kukar, Perseru Serui, PS TNI, Bali United, Persib Bandung, Semen Padang dan Persiba.

Keluarga Ultras BCN 1963

BCN hadir dengan kesederhanaan, berawal aksi dengan menonton, BCN mulai terbentuk dengan mengkolaborasikan pengalaman-pengalaman menjadi suporter di luar Papua. Sebut saja Angky Blaser, Ary Aninam, Brian Atarto dan Jane Tegai dari Jogjakarta, Herry Antaribaba yang pernah bersahabat dengan The Jack Mania Jakarta, Onang Batarah, Naldo Imbiri, Herman Mayor, Riko Imbiri, Rama Sutarto, Aco, Ronald Batarah, Agusto Krey, Evi Rumbekwan dari Kota Jayapura dan Mark Imbiri yang pernah mengembangkan website www.persipuramania.com.

Dari Kiri : Onang, Mark Imbiri, Ronald Asaribab, Herman Mayor, Ary Aninam, Naldo Imbiri dan Riko Imbiri

Pertemuan teman-teman ini menyumbangkan ide untuk membuat koreografi, lagu dan yel-yel saat mendukung Persipura. Dengan kolaborasi pertemuan anak-anak muda ini, mulai merekrut teman-teman yang lain, Dina Worabay, Inna Burame, Philip Patty, Diky Kapisa, Ronald Asaribab dan beberapa koneksi dengan teman-teman kelompok suporter lainnya, baik yang ada di Papua dan Nusantara Indonesia.

Pandangan senada juga diutarakan oleh Mark Imbiri ” Mandala selalu ingin untuk ada warna dari suporter/penonton, keaktifan masyarakat untuk mendukung Persipura selalu dinantikan. BCN ada untuk memberi warna dan ciri khas nya, dengan koreografi dari kertas, hujan tisu dan lagu-lagu. Diharapkan dapat menjadi motivasi dan hiburan tersendiri kepada masyarakat yang datang menonton di tribun utara stadion Mandala, itu yang kami harapkan” tutur Mark Imbiri yang kesehariannya sebagai aktivis LSM dan Relawan Teknologi Informasi dan Komunikasi.

BCN mempunyai keyakinan untuk selalu membeli tiket saat menonton, mandiri dan terbuka bermitra dengan masyarakat dan kelompok pecinta Persipura. Kami yakin kami akan menjadi virus positif bagi semua kalangan, hari ini kami kecil tapi suatu saat kami akan besar dan berdiri bersama di tribun utara bernyanyi mendukung dan mengawal tim kebanggaan masyarakat Papua, Persipura Jayapura untuk selalu menjadi yang terbaik di Papua, Indonesia dan Dunia. (*)