Hukum Jika Bertengkar dengan Teman Via WhatsApp (WA)


Jayapura – 
Awalnya, WhatsApp dibuat untuk pengguna iPhone, kemudian seiring dengan perkembangannya, aplikasi WhatsApp tersedia juga untuk versi BlackBerry, Android, Windows Phone dan Symbian.

Sampai pada November 2010, WhatsApp menduduki posisi peringkat ke 3, aplikasi paling laris yang diunduh melalui nokia Ovi Store, setelah Swype dan NHL game center premium.

WhatsApp adalah aplikasi pesan untuk smartphone dengan basic mirip BlackBerry Messenger. WhatsApp Messenger merupakan aplikasi pesan lintas platform yang memungkinkan kita bertukar pesan tanpa biaya SMS, karena WhatsApp Messenger menggunakan paket data internet yang sama untuk email, browsing web, dan lain-lain. Aplikasi WhatsApp Messenger menggunakan koneksi 3G atau WiFi untuk komunikasi data. Dengan menggunakan WhatsApp, kita dapat melakukan obrolan online, berbagi file, bertukar foto dan lain-lain.

Sebagai aplikasi chatting yang sudah ada sejak tahun 2009, kelebihan dan kekurangan Whatsapp sudah banyak dirasakan pengguna. WhatsApp (WA) dapat digunakan pada berbagai platform seperti Android, Symbian, Blackberry dan iOS. Tidak heran jika aplikasi ini sangat populer dan diunduh jutaan kali.

WA memungkinkan pengguna untuk berkirim pesan, berbagi foto, maupun mengirim pesan suara dengan koneksi internet. Saat ini mulai bermunculan pesaing yang juga menawarkan kemampuan yang dimiliki WA berikut inovasi baru. Meskipun demikian, WA tidak pernah kehilangan peminat, sebab penggunaannya sangat mudah dan sangat lancar digunakan pada sistem operasi Android yang sedang naik daun. Pendaftarannya juga sangat mudah, cukup dengan nomor telepon yang digunakan.

Spesifik bagaimana sebenarnya isi pesan aplikasi WhatsApp Messenger antara si A dengan si B. Jika A mengingatkan kepada B akan tingkah lakunya agar tidak berlebihan dilakukan dengan cara baik-baik, menurut hemat kami hal tersebut tidak serta merta membuat A dijerat hukum sesuai Pasal 27 Undang-Undang No. 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (“UU ITE”).

Perlu Anda ketahui, pesan yang disampaikan A kepada B melalui WhatsApp Messenger itu dikategorikan sebagai informasi elektronik dan/atau dokumen elektronik sebagaimana yang dikenal dalam Pasal 1 angka 1 dan angka 4UU ITE. Oleh karena itu, kita menggunakan UU ITE sebagai dasar hukum dalam kasus ini, bukan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (“KUHP”). Penjelasan lebih lanjut mengenai informasi elektronik dan/atau dokumen elektronik dapat Anda simak dalam artikel Hukumnya Jika Saling Memaki di SMS.

Anda menyebut soal Pasal 27 UU ITE. Untuk lebih jelasnya, kita simak terlebih dahulu bunyi pasal tersebut sebagai berikut: 

  1. Setiap Orang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang memiliki muatan yang melanggar kesusilaan.
  2. Setiap Orang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang memiliki muatan perjudian.
  3. Setiap Orang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang memiliki muatan penghinaan dan/atau pencemaran nama baik.
  4. Setiap Orang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang memiliki muatan pemerasan dan/atau pengancaman.

 

Adapun ancaman pidana bagi mereka yang memenuhi unsur dalam Pasal 27 ayat (1), ayat (2), ayat (3), atau ayat (4) UU ITE adalah dipidana dengan pidana penjara paling lama 6 (enam) tahun dan/atau denda paling banyak Rp. 1.000.000.000,00 (satu miliar rupiah) lihat Pasal 45 ayat (1) UU ITE.

Menjawab pertanyaan Anda sebagaimana yang telah kami jelaskan di atas,jika A mengingatkan B akan tingkah lakunya agar tidak berlebihan dilakukan dengan cara baik-baik, maka unsur-unsur dalam Pasal 27 UU ITE ini tidak terpenuhi. Lain halnya apabila pertengkaran dalam pesan yang dikirim via WhatsApp Messenger itu mengandung kata-kata yang memenuhi Pasal 27 UU ITE. Seperti misalnya, A mengatai B dengan kata-kata yang tidak pantas atau tidak manusiawi yang langsung ditujukan kepada B yang bertujuan untuk menghina atau mencemarkan nama baik B, maka perbuatan seperti ini bisa dijerat Pasal 27 UU ITE.

 

Dasar hukum:

  1. Kitab Undang-Undang Hukum Pidana
  2. Undang-Undang No. 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik 

 

berbagai sumber